Pramuka: Antara Pendikan Karakter dan Tantangan AI

Gugus depan satuan pendidikan menjadi garda terdepan dalam pengembangan kegiatan pramuka, karena di sanalah tempat pembinaan dimulai.Maka penguatan sangat diperlukan, strategi utama adalah meningkatkan kuantitas dan kualitas pembina, sehingga kegiatan kursus mahir dasar (KMD) menjadi langkah strategis untuk mecetak calon-calon pembina pramuka agar memiliki kapasitas terbaik.

Kegiatan pramuka di satuan pendidikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler memainkan peranan penting dalam pembinaan karakater peserta didik. Menarik benang merah antara Sistim Pendidikan Nasional dan Gerakan Pramuka adalah sebagai berikut:

  1. Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nsional , pasal 3 , menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan tujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab.
  2. Undang-undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, bertujuan membentuk anggota pramuka yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung nilai-nilai luhur bangsa dan memiliki kecakapan hidup. Tujuan ini tentu mengkonkretkan amanat sisdiknas diatas, dalam bentuk kegiatan kepramukaan yang terstruktur, sehingga menjadikannya metode yang spesifik untuk mencapai tujuan pendidikan nasional
  3. Penguatan karakter tergambar dalam Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka, yang meliputi Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, patriot yang sopan dan ksatria, patuh dan suka bermusyawarah, rela menolong dan tabah, rajin, trampil dan gembira, hemat cermat dan bersahaja, disiplin, berani dan setia, bertanggungjawab dan dapat dipercaya, suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.Ini merupakan kode kehormatan pramuka yang dijunjung tinggi oleh setiap anggota dan menjadi acuan dalam belajar dan bekerja untuk masyarakat, bangsa dan negara.
  4. Permendikdasmen nomor 13 tahun 2025 , semakin memperkuat pelaksanaan di sekolah, menjadikan pendidikan kepramukaan sebagai kegiatan ekstra kurikuler wajib di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Artinya bahwa dengan aturan tersebut memastikan bahwa nilai-nilai karakter dalam UU pramuka  diimplementasikan secara sistematis di sekolah, sehingga dapat mendukung pencapaian profil pelajar yang diharapkan oleh pendidikan di Indonesia.

Maka dengan kondisi ini, bahwa gerakan pramuka di satuan pendidikan dapat berperan besar dalam membentuk karakter peserta didik untuk mewujudkan tujuan pendidikan secara umum dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945.
Namun demikian, terdapat tantangan besar yang harus disikapi dengan bijak, dimana saat ini peran teknologi dan AI(artuficial Intelegence) atau kecerdasan buatan sudah mulai mendominasi kehidupan, tak terkecuali dunia pendidikan. Berikut beberapa tantangan pramuka dalam era AI:

  • Ketergantungan Teknologi, dimana generasi muda saat ini lebih sering mengandalkan teknologi AI untuk menemukan solusi instant daripada belajar mandiri dan memecahkan masalah secara langsung, hal ini bertentangan dengan prinsip kemandirian dalam pramuka.
  • Keseimbangan Etis, terkait dengan privasi individu dan penyalahgunaan data, tentu ini bertentangan dengan nilai tanggungjawab.
  • Kesenjangan Keterampilan,  tentu ini tergantung kepada kemampuan pembina yang berbeda-beda di setiap satuan pendidikan sehingga mempengaruhi perbedaan dalam perkembangan pramuka di setiap gudep.
  • Peran Pembina, apakah AI dapat menggantika peran pembina? tentu tidak karena pembina sebagai mentor dan teladan tidak dimiliki oleh mesin.
  • Tantangannya adalah menjaga keseimbangan antara pembelajaran dengan bantuan AI dan fungsi interaksi sebagai manusia.

Peluang integrasi AI dalam kegiatan pramuka adalah:

  1. Sebagai Asisten Virtual, yang bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan dasar tentang kpramukaan, sejarah, atau panduan dalam SKU/SKK.
  2. Alat bantu pembelajaran interaktif, misalnya panduan dalam keterampilan pramuka, contohnya seperti teknik simpul dalam tali temali melalui animasi interaktif, atau bisa menjadi alat memprediksi cuaca untuk antisipasi kegiatan perkemahan di alam terbuka dan lainnya, sehingga pramuka lebih menarik dan dapat diminati oleh generasi muda.
  3. Otomatisasi tugas administrasi, dengan demikian pembina lebih fokus dalam membina anggota, karena untuk laporan-laporan administrasi sudah disiapkan oleh AI
  4. Mengembangkan keterampilan masa depan, tentu ini dalam rangka mempersiapkan generasi muda menghadapi berbagai tantangan  ke depan yang lebih maju.

Dengan demikian diharapkan kegiatan pramuka menjadi lebih interaktif dan menarik tanpa mengesampingkan nilai-nilai dasar yang ada di dalamnya
Tetap memandu,
Salam Pramuka
(Tulisan ini disampaikan dalam pembukaan KMD Kwaran Cibinong, 26 Desember 2025-Apid Junaedi)

Komentar Pengunjung

Tinggalkan Komentar