Renungan Tentang Gelar Kepahlawanan

Bulan Nopember pada setiap tanggal 10 setiap tahunnya di Indonesia diperingati sebagai hari pahlawan yang oleh instansi pemerintah dilakukan melalui ritual upacara.kegiatan Lainnya adalah pemberian gelar pahlawan bagi tokoh-tokoh yang dianggap layak menerimanya.Yang menjadi sorotan utama tahun ini adalah tentang rencana pemberian gelar kepada Mantan presiden ke-2 Indonesia, Soeharto. Hal ini menimbulkan pro dan kontra dikalangan akademisi, mahasiswa dan para aktivis atau para penggiat yang bergerak di lembaga non-goverment (LSM).

Terlepas dari itu setuju dan tidak, ada hal yang perlu kita fahami dan renungkan apa dan bagaimana nilai-nilai kepahlawanan itu bagi kita saat ini dan ke depan. Nilai kepahlawanan pada dasarnya tetap berakar pada semangat pengorbanan, cinta tanah air, dan perjuangan demi kebaikan bersama, zaman dulu adalah untuk merdeka lepas dari belenggu kolonialisme melalaui peperangan baik di medan tempur atau di forum perjanjian-perjanjian.

Di masa kini, kepahlawanan tidak selalu berarti berjuang di medan perang, namun harus berjuang  dalam kontribusi nyata terhadap masyarakat dan bangsa di berbagai bidang. Beberapa nilai pentingnya:

  1. Cinta Tanah Air dan Nasionalisme,  menjaga persatuan, menghargai keberagaman, dan menolak disintegrasi.

  2. Rela Berkorban, mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi, misalnya tenaga medis di masa pandemi.

  3. Kerja Keras dan Disiplin, semangat pantang menyerah menghadapi tantangan ekonomi, sosial, dan teknologi.

  4. Kejujuran dan Tanggung Jawab, integritas dalam bekerja, belajar, dan bermasyarakat.

  5. Kepedulian Sosial, menolong sesama tanpa pamrih, baik lewat aksi sosial, peduli lingkungan.

Untuk masa depan yang penuh dengan tantangan, nilai kepahlawanan akan semakin menyesuaikan dengan globalisasi  dan era digital.
Nilai-nilainya meliputi:

  1. Inovatif dan Adaptif, menciptakan solusi baru untuk masalah bangsa (teknologi, energi, pendidikan).

  2. Digital Responsibility, menggunakan media dan teknologi secara bijak, melawan hoaks, dan menjaga etika digital.

  3. Sustainability dan Kepedulian Lingkungan, menjadi “pahlawan hijau” yang menjaga bumi dari krisis iklim dan kerusakan alam.

  4. Kolaboratif dan Global-minded, bekerja sama lintas bangsa dan budaya untuk kemanusiaan dan kemajuan.

  5. Empati dan Kemanusiaan,  menjaga nilai kemanusiaan di tengah kemajuan teknologi (AI, otomasi, dll)

Prinsipnya bahwa pada peringatan hari pahlawan ini, mari kita lakukan yang terbaik untuk diri kita sendiri, keluarga, lingkungan, bangsa dan negara dengan apa yang kita bisa lakukan. Pro dan kontra pasti selalu ada, namun tidak menjadi pemicu perpecahan bangsa, boleh beda pendapat namun tidak boleh saling menghujat. Boleh juga saling beradu argumen tapi tidak boleh dengan nada sentimen terutama untuk saling menjatuhkan.

Bangsa dan negara ini butuh kekuatan untuk terus maju, mari saling menggenggam, saling mengingatkan, jalan masih panjang, perjuangan belum berakhir, gerbang kemerdekaan memang sudah kita masuki namun pahlawan sejati masih harus dilahirkan dari generasi ke generasi. 

Dengan atau tanpa gelar pahlawan untuk siapapun kita dan apapun yang telah kita kerjakan, tetaplah fokus untuk bekerja demi kebaikan bersama, wassalam

Renungan malam, cibinong 5 Nopember 2025, Apid Junaedi

Komentar Pengunjung

Tinggalkan Komentar